Dana darurat menjadi simpanan uang yang penting disiapkan, terutama saat ekonomi sulit dan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin besar. Sebab simpanan inilah yang melindungi seseorang, terutama kelas menengah yang memiliki pendapatan pas-pasan dalam situasi tak terduga.
Perencana keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari, menyarankan besaran dana darurat yang dimiliki masyarakat setidaknya setara dengan tiga kali rata-rata pengeluaran bulanan guna menjaga kondisi keuangan tetap aman saat tertimpa masalah atau musibah.
“Secara teori kebutuhan dana darurat adalah 3 kali pengeluaran bulanan. Misalnya gaji kita Rp 5 juta, kita tabung Rp 500 ribu dan pengeluaran bulanan Rp 4,5 juta. Maka dana darurat disarankan minimal Rp 4,5 juta kali 3, sama dengan Rp 13,5 juta” jelasnya kepada detikcom, Jumat (23/1/2026).
Namun seringkali saat mengumpulkan dana simpanan, masyarakat khususnya yang masih terjebak sebagai kelas menengah tak memiliki cukup uang karena penghasilan bulanan habis untuk keperluan sehari-hari. Dalam hal ini Tejasari menyarankan untuk tetap menyisihkan dana untuk keperluan darurat berapapun besarannya.
“Tetapkan berapa besar sih yang bisa kita sisihkan setiap bulan. Secara teori sebaiknya 10%, tapi kalau sering habis, cuma bisa 1% nggak apalah yang penting kita mulai,” tuturnya.
Dana darurat menjadi simpanan uang yang penting disiapkan, terutama saat ekonomi sulit dan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin besar. Sebab simpanan inilah yang melindungi seseorang, terutama kelas menengah yang memiliki pendapatan pas-pasan dalam situasi tak terduga.
Perencana keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari, menyarankan besaran dana darurat yang dimiliki masyarakat setidaknya setara dengan tiga kali rata-rata pengeluaran bulanan guna menjaga kondisi keuangan tetap aman saat tertimpa masalah atau musibah.
“Secara teori kebutuhan dana darurat adalah 3 kali pengeluaran bulanan. Misalnya gaji kita Rp 5 juta, kita tabung Rp 500 ribu dan pengeluaran bulanan Rp 4,5 juta. Maka dana darurat disarankan minimal Rp 4,5 juta kali 3, sama dengan Rp 13,5 juta” jelasnya kepada detikcom, Jumat (23/1/2026).
Namun seringkali saat mengumpulkan dana simpanan, masyarakat khususnya yang masih terjebak sebagai kelas menengah tak memiliki cukup uang karena penghasilan bulanan habis untuk keperluan sehari-hari. Dalam hal ini Tejasari menyarankan untuk tetap menyisihkan dana untuk keperluan darurat berapapun besarannya.
“Tetapkan berapa besar sih yang bisa kita sisihkan setiap bulan. Secara teori sebaiknya 10%, tapi kalau sering habis, cuma bisa 1% nggak apalah yang penting kita mulai,” tuturnya.
Sumber: Detik Fiance – Perencanaan Keuangan







